PENTINGNYA ETIKA PROFESIONALISME SEORANG ATLET DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA

Olahraga merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang banyak dinikmati oleh manusia sejak dulu.Di berbagai Negara kita melihat bahwa olahraga ditempatkan sebagai salah satu pilihan utama untuk melepas kepenatan dalam hidup.Semua Negara mengakui olahraga sebagai unsur yang berpengaruh dalam hidup dan menjadi kebutuhan.

Didalam dunia olahraga terdapat orang-orang yang bisa dikatakan berkecimpung didalamnya yang menjadikan olahraga sebagai profesinya ,mereka adalah atlet.Profesi atlet sendiri pun dapat dibagi menjadi dua kategori,yakni atlet amatir dan atlet profesional.Dikatakan amatir dikarenakan ia berolahraga untuk kepuasan dirinya semata,sedangkan seorang atlet dikatakan profesional bila ia bertanding untuk menghibur penonton.

Semua cabang olahraga memiliki suatu peraturan tertentu yang mengikat para atlet untuk mentaatinya.Peraturan ini dibuat sebenarnya untuk kebaikan para atlet itu sendiri dan berkenaan dengan etika mereka di dalam maupun luar lapangan.Dikarekan tulisan ini menitikberatkan dalam cabang sepakbola maka penulis akan menjelaskan etika atlet yang berkaitan dengan cabang olahraga sepakbola.Sebelum itu saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu olahraga sepakbola.

Sepakbola merupakan sebuah cabang olahraga yang mengedepankan kolektifitas tim dalam permainannya.Tidak bisa hanya mengandalklan satu orang saja untuk membobol gawang lawannya.Oleh karena itu setiap pemain harus memiliki jiwa kolektif baik didalam maupun diluar lapangan,karena sifat ini begitu urgen dan wajib dimiliki pemain.Hal itu juga yang mencerminkan etika seorang atlet sepakbola dalam suatu pertandingan.Dengan etika yang baik maka akan tercipta permainan yang indah ,fair-play dan jauh dari kerusuhan dan perbuatan anarkis lainnya.Sebagai contoh atlet sepakbola harus bermain sportif alias tak boleh berbuat curang dalam suatu pertandingan seperti mentekel kaki lawan dengan sengaja dengan alasan menghentikan laju bola dari pemain tersebut,hal ini berkolerasi juga dengas sifat emosi pemain sehingga melakukan hal seperti itu.

Di dalam sejarah sepakbola terdapat beberapa pelanggaran etika menurut penulis yang kerap terjadi di suatu pertandingan.Hal pertama yakni meludah dilapangan.Kegiatan ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dilakukan seorang atlet sepakbola,hanya saja kurang baik dalam sisi etika nya.Lalu yang berikutnya adalah memprotes keputusan wasit.Keputusan disini ya pastinya yang merugikan dirinya dan timnya,seperti mendapat tendangan pinalti atau merasa wasit berat sebelah dalam menjalankan tugasnya.Memprotes terlalu keras kepada wasit akan menyebabkan dikeluarkannya kartu merah atau skors bagi pemain atau denda bagi yang bersangkutan dan tim yang dibelanya kemungkinan akan didiskualifikasi untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Contohnya ialah seorang Didier Drogba seorang striker klub Chelsea memprotes keras terhadap keputusan wasit pada laga kontra Barcelona di semifinal Liga Champions tahun 2009.Akhirnya wasit mengeluarkan kartu merah dan Drogba harus membayar denda kepada FIFA dikarenakan terlalu eras protes dan sedikit mengeluarkan kata-kata kotor kepada wasit tersebut.

Hal lainnya semisal bersifat arogan atau angkuh dilapangan,sifat ini sangatlah bertentangan dengan etika seorang atlet manapun didunia ini,selain itu sifat yang satu ini sangat dibenci oleh pemain lain.Biasanya atlet yang sudah berkelas atau memiliki skill bagus yang sering melakukan ini,dia enggan member bola kepada rekan sesame timnya,dan lebih memilih untuk menggiring bola sendiri sampai area lawan.Sifat ini erat kaitannya dengan egoism seorang pesepakbola.Contoh nya ialah seorang Christiano Ronaldo playmaker Real Madrid yang dulunya berkostum “red devil” Manchester United.Dia adalah salah satu pemain terarogan saat ini.Hal ini dikarenakan sifatnya yang suka mengejek,meremehkan kemampuan lawan dengan melakukan ejekan yang sangat tak perlu.Contohnya pada saat pertandingan melawan salah satu klub liga Spanyol,Ronaldo mengejek seorang pemain lawan dengan menyebut bahwa gajinya lebih tinggi dari pemain tersebut.Hal ini tentu saja membuat pemain tersebut sangat kesal dan tentu saja melanggar etika seorang pemain sekelas Ronaldo,karena seharusnya dia tak perlu melakukan itu.Toh semua orang juga tahu dia adalah pemain terbaik 2008 sekaligus pemain dengan bayaran gaji termahal saati ini.

Sudah seharusnya etika dalam diri atlet pesepakbola itu ditanamkan dan dipraktikkan dalam kehidupan,karena etika sangat erat kaitannya dengan prestasi dan kondisi psikologis pemain atau atlit itu sendiri.Etika juga berkaitan dengan sanksi atau denda yang akan di jatuhkan kepada pemain jika mereka melakukan pelanggaran etika atau adab dalam suatu pertandingan,karena itu hal yang lumrah terjadi.Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini yakni bahwa Seorang artlet dalam cabang olahraga manapun khususnya sepakbola haruslah memiliki dan menjaga etika baik ketika berada didalam maupun diluar lapangan,selain tentunya menjadi image,etika juga dapat memacu prestasi dan psikologis pemain,seperti doping yang dilakukan Maradona ketika masih menjadi pemain Argentina.Hal itu tentu saja adalah perbuatan yang salah,dia berpikir bahwa dengan mengkonsumsi doping,prestasi pun akan naik,tapi pada akhirnya dia harus menerima akibat dari perbuatannya tersebut.Jadi Etika yang baik adalah kunci uatama dari suksesnya seorang atlet sepakbola untuk karir dan kehidupannya.

Read more

Manfaat Middleware Pada Sistem Informatika


Pengertian middleware didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP . Selain itu juga dapat diartikan sebagai teknologi yang mengintegrasikan dua atau lebih software aplikasi atau lapisan antara sistem operasi dan aplikasi untuk memungkinkan pertukaran data. Fungsi dari middleware adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
2. Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
3. Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.

Contoh middleware:
Ø Java’s: Remote Procedure Call
Ø Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Ø Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model), Also .NET Remoting

Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database. Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi.

Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar.

http://bluewarrior.wordpress.com/2009/11/29/middleware/
Read more

Teknologi IT Mobile


Teknologi Mobile adalah istilah kolektif yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis teknologi komunikasi seluler. Handphone CDMA teknologi telah berkembang cukup pesat selama beberapa tahun terakhir. Sejak awal milenium ini, perangkat selular standar telah berubah dari tidak lebih dari cara sederhana dua- pager untuk menjadi ponsel , sistem navigasi GPS , sebuah embedded web browser , dan Instant Messenger klien, dan genggam video sistem game. Banyak ahli berpendapat bahwa masa depan teknologi komputer terletak pada mobile / komputasi nirkabel .

4G jaringan
Salah satu fitur yang paling penting dalam 4G jaringan mobile adalah dominasi berkecepatan tinggi paket transmisi atau lalu lintas meledak di saluran. Kode yang sama digunakan dalam 2G – 3G jaringan akan diterapkan ke 4G mobile masa depan atau jaringan nirkabel, deteksi semburan sangat pendek akan menjadi masalah serius karena sebagian sangat miskin sifat hubungan mereka. Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa tradisional multi-layer arsitektur jaringan didasarkan pada OSI model mungkin tidak cocok untuk jaringan selular 4G, di mana transaksi paket yang pendek akan menjadi bagian utama dari lalu lintas di saluran. Seperti paket dari ponsel yang berbeda membawa kanal karakteristik yang berbeda sepenuhnya, penerima harus melaksanakan semua yang diperlukan algoritma , seperti estimasi kanal, interaksi dengan semua lapisan atas dan sebagainya, dalam waktu yang sangat singkat untuk membuat deteksi setiap paket berjalan dengan sempurna dan bahkan untuk mengurangi congession yang Sistem operasi
Ada banyak jenis Smartphone sistem operasi yang tersedia, termasuk: Symbian , Android , Blackberry , WebOS , Apple IOS , Windows Mobile Profesional (layar sentuh), dan Windows Mobile Standard (non-layar sentuh). Di antara yang paling populer adalah Apple iPhone, dan yang terbaru – Android. Android adalah sistem operasi mobile (OS) yang dikembangkan oleh Google . Android adalah benar-benar pertama open source mobile OS, yang berarti bahwa ia bebas untuk setiap ponsel operator . The Apple iPhone , yang memiliki beberapa OS seperti 3G dan 3G S, adalah ponsel pintar paling populer saat ini, karena OS nya disesuaikan yang dapat anda gunakan untuk men-download aplikasi yang dibuat oleh Apple (sering disebut hanya sebagai “Apps”) seperti permainan, GPS, Utilities, dan peralatan lainnya. Setiap pengguna juga dapat membuat Apps mereka sendiri dan mempublikasikan mereka untuk Apple App Store . Palm Pra WebOS gunakan memiliki fungsi melalui internet dan mampu mendukung bahasa pemrograman berbasis-internet seperti CSS , HTML , dan JavaScript . BlackBerry RIM adalah SmartPhone yang memiliki pemutar multimedia dan instalasi perangkat lunak pihak ketiga. Windows Mobile Professional Smartphone ( Pocket PC atau Windows Mobile PDA) seperti yang dari PDA dan memiliki layar sentuh kemampuan. Windows Mobile Standard tidak memiliki layar sentuh, melainkan menggunakan trackball , touchpad , rocker, dll
Symbian OS asli smartphone, dengan sejarah terkaya dan pangsa pasar terbesar. Meskipun tidak ada perangkat Symbian tunggal telah terjual sebanyak unit sebanyak iPhone, Nokia dan produsen lain (saat ini termasuk Sony Ericsson dan Samsung , Motorola dan sebelumnya) merilis berbagai model Symbian setiap tahun yang memberikan Symbian dengan pangsa pasar terbesar.

Memonopoli Channel & file sharing
Akan ada hit ke file sharing, para surfer web yang normal akan ingin melihat halaman web baru setiap menit atau lebih pada 100kbs Anda bisa mendapatkan halaman Anda cukup cepat. Karena perubahan pada keamanan jaringan nirkabel Anda tidak akan dapat melakukan transfer file besar karena penyedia layanan yang ingin mengurangi saluran memonopoli. AT & T mengklaim bahwa mereka akan melarang semua pengguna mereka bahwa mereka tertangkap menggunakan ” peer-to -peer “(P2P) file sharing aplikasi pada jaringan 3G mereka. Ini kemudian menjadi jelas bahwa yang akan menyimpan pengguna mereka dari menggunakan program iTunes mereka. Para pengguna kemudian akan dipaksa untuk mencari hotspot Wi-Fi untuk dapat men-download musik mereka. Keterbatasan jaringan nirkabel tidak akan disembuhkan oleh 4G, karena ada perbedaan mendasar terlalu banyak antara jaringan nirkabel dan cara lain akses Internet. Jika vendor nirkabel tidak menyadari perbedaan-perbedaan dan bandwidth keterbatasan, pelanggan nirkabel di masa depan akan menemukan diri mereka sangat kecewa dan pasar akan menderita kemunduran cukup.

Masa Depan smartphone
Generasi berikutnya smartphone akan menjadi konteks-sadar, mengambil keuntungan dari ketersediaan tumbuh sensor fisik tertanam dan kemampuan pertukaran data. Salah satu fitur utama yang berlaku untuk ini adalah bahwa ponsel akan mulai melacak data pribadi Anda, namun beradaptasi untuk mengantisipasi informasi yang Anda butuhkan berdasarkan tujuan Anda. Ada akan semua aplikasi baru keluar dengan ponsel baru, salah satunya adalah perangkat X-Ray yang mengungkapkan informasi tentang lokasi di mana Anda saat ponsel Anda. Satu hal perusahaan sedang mengembangkan perangkat lunak untuk mengambil keuntungan yang lebih akurat lokasi-sensing data. Bagaimana mereka digambarkan seolah ingin membuat ponsel virtual mouse dapat mengklik dunia nyata. Contoh dari ini adalah di mana Anda bisa mengarahkan kamera ponsel sementara memiliki umpan hidup terbuka dan ia akan menampilkan teks dengan gedung dan menyimpan lokasi bangunan untuk penggunaan masa depan.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/teknologi-it-mobile/
Read more

Web Services

Integrasi data dan proses dari dua sistem informasi merupakan hal penting dalam interoperabilitas intra organisasi maupun ekstra antar organisasi. Isu integrasi data dan proses berbagai sistem informasi juga penting bagi penerapan e-government. Interoperabilitas antar aplikasi e-government menyangkut upaya menyediakan layanan publik yang lebih baik dan lebih efektif. Berbagai kelompok sistem informasi pada aplikasi e-government yang terjadi akibat perbedaan model proses bisnis maupun era pengembangan aplikasi e-government. Terpisahnya penerapaan aplikasi e-government ini dapat menghambat interoperabilitas aplikasi e-government. Integrasi data dan proses merupakan solusi yang lebih dipilih dalam praktek interoperabilitas aplikasi e-government. Penerapan integrasi data dan proses mendapat dukungan faktor-faktor teknis maupun manajerial. Integrasi data dan proses telah didukung beberapa teknologi yang terus bersaing memperbaiki kemampuan, fitur maupun unjuk kerjanya juga menerapkan teknologi open standard. Manfaat aplikasi integrasi data dan proses dari segi manajerial adalah menyediakan konsistensi data, keamanan serta infrastruktur yang lebih efektif. Solusi efektif, aman dan tidak tergantung dari teknologi dapat diberikan melalui integrasi data dan proses untuk interoperabilitas aplikasi e-government. Dengan tulisan ini, pembaca diharapkan mendapat masukan tambahan dalam upaya menerapkan keterpaduan data dan proses pada aplikasi e-government.

1. PENDAHULUAN

Aplikasi e-government merupakan implementasi sistem informasi bagi pemerintahan. Aplikasi e-government berperan strategis untuk pelaksanaan penyediaan layanan publik yang lebih efektif dan memenuhi tata pamong (governance) bagi pemerintahan. Implementasi aplikasi e-government dirasa belum mencukupi upaya pelaksanaan layanan publik yang efektif bila diimplementasikan terpisah-pisah untuk masing-masing departemen ataupun bagian dalam pemerintahan. Namun, aplikasi e-government yang ada dibangun berdasarkan prioritas kebutuhan. Aplikasi e-government juga dibangun pada era teknologi berbeda. Demikian untuk menghancurkan tembok pemisah terpencarnya aplikasi e-government dapat berupa solusi keterpaduan data dan proses.

2. LANDASAN TEORI
TEKNOLOGI INTEGRASI DATA DAN PROSES
Terdapat beberapa kategori teknologi yang tersedia untuk integrasi data dan proses. Teknologi tersebut harus dikaji sesuai kebutuhan dalam penyediaan solusi intergasi data dan proses.

• Teknologi Keterpaduan Data
Beberapa teknologi yang menyediakan solusi keterpaduan data antara lain teknologi mainframe, server file sederhana seperti Samba atau Network Neighbourhood, server repositori seperti CVS maupun SVN, datamart dan data warehouse juga teknologi RSS.
• Teknologi Keterpaduan Proses
Beberapa teknologi yang menyediakan solusi keterpaduan proses antara lain Remote Procedure Call, CORBA maupun DCOM. Umumnya solusi keterpaduan proses tergantung atau diimplementasikan pada pemrograman tertentu seperti C++, Java. Teknologi keterpaduan proses dapat berupa pemanggilan antar pemrograman yang masih memiliki teknologi yang mirip seperti RMI pada Java programming untuk mengakses kode native C atau C++ programming.
• Teknologi keterpaduan proses dan data
Teknologi yang menyediakan solusi keterpaduan data dan proses adalah web service. Sebagai penyedia data, web service menyediakan dokumen standar terbuka yang dapat diakses oleh berbagai aplikasi menggunakan berbagai jenis teknologi seperti database, pemrograman maupun platform sistem. Web service dapat mengintegrasikan proses dengan menjadi penyedia layanan bagi aplikasi maupun penghubung antar aplikasi menggunakan teknologi middleware.

TEKNOLOGI WEB SERVICE
Teknologi web service merupakan teknologi yang sesuai untuk menyediakan solusi integrasi proses dan data. Web service saat ini terdiri dari teknologi
a. Simple Object Access Protocol (SOAP) yang merupakan teknologi transportasi dan pertukaran dokumen XML. Dokumen XML merupakan presentasi data berbasis standar terbuka yang dipergunakan untuk penyebaran data pada berbagai sistem.
b. Web Service Definition Language (WSDL) merupakan antar muka web service yang menyatakan parameter masukan dan keluaran untuk pemanggilan servis secara eksternal, struktur penanda fungsi yakni cara pemanggilan (apakah hanya pemanggilan saja, pemanggilan dan pembalikan hasil dan sebagainya)
c. Universal Desciption, Discover, and Integration (UDDI) merupakan direktori yang menampilkan daftar layanan disediakan.

webservices1

Gambar 1 Komponen Teknologi Web Service

3. ANALISA
INTEGRASI DATA DAN PROSES SEBAGAI SOLUSI INTEROPERABILITAS APLIKASI E-GOVERNMENT

Masing-masing departemen maupun badan pemerintahan dapat memanfaatkan aplikasi e-government untuk meningkatkan efektifitas proses bisnis dalam pelayanan publik. Interoperabilitas antara departemen maupun badan pemerintahan merupakan syarat mutlak keberhasilan pelaksanaan dan penyediaan layanan publik. Masalah yang menghambat interoperabilitas antara departemen maupun badan pemerintahan yang didukung implementasi aplikasi e-government yakni tidak tercapainya interoperabilitas aplikasi e-government. Aplikasi e-government tidak dapat bekerja sama dengan baik karena perbedaan domain pelayanan maupun implementasi teknologi. Perbedaan teknologi terjadi sesuai era pengembangan aplikasi e-government. Misalnya pengembangan aplikasi pada era server-client maupun era web.

Pengembangan integrasi data dan proses berbagai aplikasi e-government harus mengikuti suatu metodologi. Metodologi pengembangan integarasi data dan proses berbagai aplikasi e-government serupa dengan metodologi pengembangan suatu sistem informasi pada domain tertentu. Metodologi implementasi integrasi proses dan data aplikasi e-government terdiri dari:
a. Inisiasi proyek berupa pembuatan project charter. Pada tahapan ini harus dikenali berbagai permasalahan interoperabilitas yang terjadi pada tahap operasional dan pengaruhnya pada bagian strategis pemerintahan. Wawasan teknologi informasi dapat memberikan peluang-peluang mengatasi berbagai permasalahan interoperabilitas di lingkup operasional tersebut.

b. Tahap analisa kebutuhan yakni kegiatan menyusun daftar infrastruktur, aplikasi maupun data di tiap departemen atau badan pemerintahan maupun analisa kebutuhan masing-masing pihak terkait. Pengumpulan daftar infrastruktur, aplikasi maupun model data di tiap organisasi pemerintah bertujuan mencapai solusi yang memanfaatkan secara efektif sumber daya sistem informasi yang telah digelar.
Wawasan di bidang sistem informasi memberikan pengalaman menyusun kebutuhan fungsional untuk aplikasi berbasis servis berbeda orientasinya dengan kebutuhan fungsional untuk aplikasi object oriented atau berbasis komponen. Menyusun kebutuhan fungsional untuk aplikasi berbasis servis harus mengantisipasi penggunaan servis oleh aplikasi-aplikasi konsumen yang belum diketahui sebelumnya. Pendekatan penyusunan kebutuhan fungsional pengembangan web service dapat menggunakan acuan kerangka layanan dan kebijakan filosofis departemen pemerintahan terkait. Servis, sebagai komponen web service, merupakan struktur besar dari elemen-elemen penyusunnya. Demikian servis tidak boleh dipetakan pada satu aplikasi tersendiri melainkan dipetakan pada bagian fungsi layanan departemen pemerintahan.
Kebutuhan non fungsional menentukan kualitas layanan. Terdapat beberapa patokan yang digunakan untuk menentukan kebutuhan non fungsional. Kebutuhan kualitas, sebagai satu faktor pada kebutuhan non fungsional, dapat dinyatakan secara rinci dan kongkrit dalam sebuah pernyataan, misalnya Layanan penyediaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus dapat dipergunakan Sistem Pembuatan SIM untuk pengemudi kendaraan bermotor. Sebaliknya pernyataan kebutuhan kualitas tidak dapat dinyatakan hanya dalam pernyataan Sistem Kependudukan harus memiliki tingkat penggunaan kembali yang tinggi. Dalam menentukan kebutuhan non fungsional, faktor kebutuhan kinerja dapat pula mengacu pada kebutuhan latensi keseluruhan sistem namun tidak dalam kerangka pola penggunaan, skalabilitas atau dampak pemanfaatan sistem. Hal lain pada sekumpulan kebutuhan non fungsional servis yang mendukung operasional adalah quality of service (QoS). Setiap komponen berbasis servis pada web service harus memenuhi tingkat tertentu QoS yang harus sesuai dengan semua persyaratan demi fungsionalitas total sistem.

c. Tahap perancangan proses integrasi data dan proses meliputi perancangan arsitektur infrastruktur dan aplikasi integrasi data dan proses. Arsitektur aplikasi integrasi data dan proses yang memanfaatkan komponen berbasis servis terdiri dari berbagai artifak rekayasa perangkat lunak yang membantu dan memberikan wawasan untuk merancang dan mengembangkan layanan-layanan pada web service. Artifak rekayasa perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan web service adalah arsitektur konseptual, frameworks dan programming libraries, arsitektur baseline, acuan pengembang dan blueprints. Artifak-artifak ini menentukan arsitektur layanan-layanan perangkat lunak berupa lapisan layanan. Arsitektur konseptual untuk lapisan layanan-layanan dalam web service merupakan model yang menunjukkan gaya arsitektur berlapis. Tiap lapisan pada gaya arsitektur berlapis merupakan paket-paket komponen perangkat lunak yang memiliki antar muka fungsional yang telah terdefinisi dengan matang dan telah diketahui memiliki sedikit ketergantungan dengan lapisan lain. Tiap lapisan mengimplementasikan sebuah fungsi teknis dalam layanan.
Arsitektur infrastruktur merupakan lingkungan kerja untuk menjalankan servis pada teknologi web service. Arsitektur infrastruktur umumnya terdiri dari komponen server aplikasi, database server, directory server, jaringan dan sistem operasi komputer yang memungkinkan bekerjanya lapisan layanan. Arsitektur infrastruktur mempengaruhi arsitektur aplikasi pada versi dan konfigurasi server yang digunakan. Bila server aplikasi di-upgrade, maka semua framework yang berjalan pada server aplikasi itu harus di-upgrade pula. Kontribusi arsitektur infrastruktur pada sistem berupa kinerja, keamanan, ketersediaan, kehandalan dan portabilitas servis. Arsitektur infrastruktur yang kokoh menjadikan sistem mudah ditambahkan node server aplikasi dan database pada sebuah cluster dan menambahkan switch pada jaringan yang dipergunakan. Jika sebuah node mengalami kegagalan operasi, kemampuan memindahkan proses secara dinamis pada node lainnya memiliki nilai penting dalam menjaga kehandalan lapisan servis.

d. Tahap implementasi proses integrasi data berupa pengadaan infrastruktur, pengaturan konfigurasi infrastruktur, implementasi aplikasi, optimasi unjuk kerja sistem integrasi serta pengujian sistem integrasi. Bagian kritis dalam implementasi web service adalah pengujian sistem. Tantangan dalam pengujian layanan pada web service adalah tidak terdapatnya kejelasan keseluruhan pemanfaatan konsumsi servis yang disediakan. Sebuah servis mungkin dimanfaatkan untuk keperluan apa saja oleh konsumennya. Terdapat beberapa jenis pengujian yang dapat dilakukan untuk menguji layanan web service. Umumnya selain unit testing, functional testing, regression testing, code inspection pada web service harus dilakukan pula Quality of Service (QoS) testing, service federation testing serta system testing. QoS testing meliputi pengujian skalabilitas sistem, kinerja dan kehandalan. Service federation testing menguji berbagai servis bekerja secara baik secara bersama dalam sebuah kesatuan. Pengujian yang dilakukan untuk memeriksa koordinasi dan komunikasi service-to-service merupakan bagian dari service federation test. System test menguji bagaimana klien memanfaatkan servis yang disediakan web service. System test merupakan jenis tes yang paling sulit dilakukan pada web service dimana departemen atau organisasi yang menyediakan servis belum mengetahui terlebih dahulu bagaimana klien menggunakan servis yang disediakannya. Bila organisasi yang mengkonsumsi web service tidak mau berperan dalam system test atau jumlah klien terlalu banyak untuk melakukan system test secara menyeluruh maka servis harus melewati sertifikasi test yang lebih mendalam sebelum dipergunakan.

e. Tahap menjalankan proses berupa penerapan sistem integrasi pada lingkungan produksi. Dalam siklus pengembangan web service akan mengalami perbaikan untuk meningkatkan kinerja dan kehandalan sistem juga untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi baik secara organisasi maupun teknologi.

ARSITEKTUR SOLUSI INTEGRASI DATA DAN PROSES APLIKASI E-GOVERNMENT
webservices

Gambar 2 Arsitektur Web Service

Elemen penyusun teknologi integrasi data dan proses adalah
a. Web service, merupakan teknologi yang mengimplementasi integrasi data dan proses. Tiap web service terdiri dari
1. Service sebagai implementasi integrasi data dan proses, pada teknologi Java dapat berupa EJB maupun POJO.
2. Service description merupakan antar muka layanan yang dapat dihubungi oleh pengguna layanan.

b. Partisipan teknologi integrasi data dan proses. Yang termasuk partisipan adalah
1. Provider merupakan bagian yang menyediakan layanan integrasi data dan proses.
2. Registry merupakan bagian yang memanajemen layanan yang disediakan provider.
3. Requestor merupakan bagian yang menggunakan layanan integrasi data dan proses.
Isu-isu implementasi web service sebagai teknologi integrasi proses dan bisnis:
a. Manajemen transaksi
b. Keamanan
c. Pertimbangan praktis
d. Standar masa depan

Sumber : http://restama.com/ebook/web-services-sebagai-solusi-interoperabilitas-antar-aplikasi-e-government/
Read more

Teknologi Gateway dan router

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi

yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama.

Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar.

Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.

1. ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.

Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah Mudah :

1. Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card ( Apabila anda hanya menggunakan 2 Sis )

2. Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )

3. Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua koneksi dalam keadaan Baik

4. Share Lan card Anda dengan cara :
- Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use another network to bla bla bla dst.
- Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan Jawaban Replay

5. Selamat Mencoba :)

NB. Hal ini bagus di gunakan apabila kantor anda memiliki IP yaang tidak memadai sehingga orang tetap dapat berinteraksi dengan sis anda. Usahakan agar sis ini di bagi dalam beberapa kelas sesuai dengan Posisi komputer sehingga Stabilitas jaringan anda lebih terjamin dan lebih mudah untuk mencari masalah ( Troubel Shooting ) jaringan.

sumber : http://recinay.blogspot.com/2010/05/gateway-dan-router.html
Read more

Masa Depan Client Server

Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user . Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN ( Local Area Network ) di pertengahan tahun 1980 an.

Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database . LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server .

Untuk melakukan Sharing File biasanya dibutuhkan sebuah File Server begitu juga untuk sharing Printer dibutuhkan sebuah Printer Server. Namun ternyata hal seperti ini belumlah cukup. Jumlah PC yang bertambah dengan sangat cepat seiring dengan berkembangnya sebuah organisasi. Jumlah end user dan client juga bertambah banyak. Kebutuhan akan perangkat menjadi bertambah pula, tidak hanya membutuhkan sebuah printer server, juga dibutuhkan server-server lainnya seperti server pengolahan gambar, server pengolahan suara, dan lainnya. Server-server ini dengan database dan applikasinya harus dapat diakses oleh beberapa PC, ataupun diakses oleh sebuah komputer mainframe melalui sebuah LAN

Komponen dan Fungsi Sistem Client Server

Gambaran umum konfigurasi Client Server diperlihatkan pada gambar 2. Dengan pendekatan Client Server setiap PC dapat melakukan secara independen sebuah pemrosesan lokal dan mensharing perangkat enterprise melalui LAN. Untuk kasus yang lebih luas kemampuan akses dapat dilakukan melalui MAN ( Metropolita Area Network ) atau WAN ( Wide Area Network ). Sebuah database dan program applikasi enterprise misalnya diletakan pada sebuah server dimana setiap end user dapat melakukan akses melalui Client Processo r, LAN dan Server.


User

User disini adalah end user yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau perdagangan disebut dengan client , tapi client ini adalah manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.


Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan.

Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada.

Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.


Network dan Transmisi

Server dan client dapat terkoneksi dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel, wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan keuntungan.

Interoperability memberikan dampak pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh ISO ( International Standards Organization ). OSI banyak di gunakan di Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.


Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI ( Graphic User Interface ), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing . Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

1. Network Management
2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
3. Penyimpanan
4. File Sharing
5. Batch processing
6. Bulletin Board access
7. Facsimile transmission


Pemrosesan Database

Beberapa prinsip pemrosesan data pada server termasuk didalamnya adalah integritas, sekuriti, dan recovery data. Enterprise data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan membutuhkan sebuah integrasi, pengaksesan data yang di kendalikan dan kelola dengan securiti yang baik, dan recovery data dapat dilakukan jika terjadi kegagalan sistem.

Beberapa data management dilakukan secara otomatis. Biasanya dilakukan oleh DBMS yang berada di Server yang mengontrol akses diantara pemprosesan multiple sistem dan mengintegrasikan akses data melalui network management.


Pemrosesan Applikasi

Data digunakan oleh program applikasi yang mana sebagian besarnya berada di server. Ada beberapa applikasi client server yang disediakan oleh vendor. Tools applikasi ini menjadikan pengembangan sistem client-server menjadi lebih kompetitif. Pengembangan applikasi client-server dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :

* Fungsi pemprosesan didistribusikan diantara client dan server. Porsi dari client dijalankan oleh end user dengan menggunakan bahasa pemrograman database seperti SQL yang memberikan semacam request data dan kemudian mengekstrak data tersebut dari lokasinya dimana semua proses tersebut dikontrol oleh sistem operasi.

* UI dan GUI menjadi lebih sering digunakan karena tingkat kemudahan penggunaan menjadi lebih penting.

* Digunakannya Advance networking seperti LAN

* Code generator juga digunakan, Metodelogi Objeck Oriented akan menambah tingkat penggunan.

* Tools pengembangan seperti SQL Server, FLOWMARK, Progress, ObjectView, Oracle menjadi sangat diperlukan


Ketika sebuah applikasi diproses dan permintaan akan data dilakukan oleh client, maka hasilnya dikirimkan melalui LAN. Hasil dari applikasi tersebut dapat saja dilakukan perubahan bentuk untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Semuanya ini dilakukan di sisi client oleh end user melalui UI (User Interface)


sumber : http://putroweb.blogspot.com/2009/03/pengertian-client-server.html
Read more

Penerapan Grid Computing


Menurut definisi Grid Computing atau Komputasi Grid merupakan salah satu dari tipe Komputasi Paralel, adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis namun tersambung via jalur komunikasi (termasuk Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin meningkat. Dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat ditingkatkan secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi yang ada.
Dalam buku The Grid:Blue Print for a new computing infrastructure dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan komputasi grid adalah infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.

"A computational grid is a hardware and software infrastructure that provides dependable, consistent, pervasive, and inexpensive access to high-end computational capabilities."

Seandainya kelak dikemudian hari teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi paradigma komputasi grid ini sudah mapan, peluang akan semakin terbuka bagi kerjasama lintas organisasi, lintas benua dan lintas bangsa. Akan terbuka peluang bagi peneliti di Indonesia yang ingin melakukan komputasi yang sangat rumit, dengan menggunakan supercomputer tercepat di dunia, tanpa harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang teknologi informasi.

Ide awal komputasi grid dimulai dengan adanya distributed computing, yaitu mempelajari penggunaan komputer terkoordinasi yang secara fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi membutuhkan aplikasi yang berbeda dengan sistem terpusat. Kemudian berkembang lagi menjadi parallel computing yang merupakan teknik komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan.

Setidaknya ada dua sisi yang mendorong semakin berkembangnya grid computing saat ini. Kebutuhan akan sumber daya komputasi yang besar di berbagai bidang serta adanya sumber daya komputasi yang tersebar. Grid computing menawarkan solusi komputasi yang murah, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan yang mudah dari mana saja. Globus Toolkit adalah sekumpulan perangkat lunak dan pustaka pembuatan lingkungan komputasi grid yang bersifat open-source. Dengan adanya lingkungan komputasi grid ini diharapkan mempermudah dan mengoptimalkan eksekusi program-program yang menggunakan pustaka paralel.

Dalam tulisan What is the Grid? A Three Point Checklist oleh Ian Foster (bapak dari Komputasi Grid) ada check-list yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
1. Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.
2. Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.Misalnya TCP/IP
3. Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.


Beberapa konsep dasar dari Komputasi Grid
• Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
• Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada node berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
• Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
• Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)


Tiga hal yang di-,sharing dalam sebuah sistem grid, antara lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan / layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.

Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan komputasi Grid, yaitu:
• Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle
• Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas
• Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik
• Data: Akses terhadap sumber data global, dan Hasil penelitian lebih baik


Indonesia sudah menggunakan sistem Grid dan diberi nama InGrid (Inherent Grid). Sistem komputasi grid mulai beroperasi pada bulam Maret 2007 dan terus dikembangkan sampai saat ini. InGrid ini menghubungkan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa instansi pemerintahan seperti Badan Meteorologi dan Geofisika.

Sumber : http://my.opera.com/aviciena/blog/grid-computing-komputasi-grid
Read more